Selasa, 29 September 2009

Sinopsis: Jamila dan Sang Presiden



Sinopsis

Seorang perempuan bernama Jamila (Atiqah Hasiholan) tiba-tiba menjadi headline di semua pemberitaan nasional. Ia mengaku membunuh seorang pejabat tinggi negeri dan menolak mengajukan pengampunan hukuman mati dari Presiden.

Jamila dimasukkan dalam penjara yang dipimpin oleh seorang sipir perempuan yang sangat ditakuti, Ibu Ria (Christine Hakim). Di penjara inilah cerita Jamila bergulir, membuka sebuah luka bernama perdagangan manusia yang dialami oleh Jamila dan jutaan anak di Indonesia. Selama ini Jamila mencari adiknya yang terjerat dalam sindikat prostitusi anak, yang akhirnya mengantar Jamila ke penjara.

Persidangan Jamila menjadi panas dan semakin kontroversial dengan kemunculan kepala golongan fanatik (Fauzi Badilah) yang mati-matian menentang pengampunan dari Presiden. Konflik di dalam penjara dengan Ibu Ria makin meruncing, sementara tekanan dari luar juga menjadi tidak tertahankan. Jamila semakin terpuruk, hukuman matinya semakin dekat.

Ulasan

Film yang berjudul ‘Jamilah dan Sang Presiden’ merupakan sebuah film bergenre drama garapan sutradara Ratna Sarumpaet yang diproduksi oleh Satu Merah Panggung dan Multivision Pictures.

Secara umum genre drama yang coba diangakat oleh sang sutradara telah mampu memberikan sebuah warna tersendiri bagi penonton. Walau berjalan dengan tempo yang lambat, namun film ini mampu menggelitik rasa kemanusiaan dari penonton.

Sementara dari sisi cerita, film yang diangkat dari pengalaman sutradara sebagai aktivis yang mengawasi perdagangan manusia mencoba mengatakan kalau kegiatan tersebut memang ada di negeri Indonesia ini.

Banyak pesan khusus dan mendalam yang coba diutarakan oleh Ratna Sarumpaet. Pasalnya disini, ia seakan emosi dan mencoba mengungkapkan kekecewaan, keprihatinan, dan kemarahannya dengan apa yang dialami oleh wanita-wanita yang diperjualbelikan untuk industri seks.

Meski demikian, pengemasan dalam film ini terasa berat. Pasalnya, disini lebih banyak dengan unsur teater yang diperlihatkan, mungkin hal itu karena memang Ratna lebih dikenal dengan sutradara teater. Sehingga penonton harus lebih seksama menonton film ini.

Tak hanya itu, tempo atau irama yang disuguhkan film ini juga berjalan lambat. Sehingga membuat penonton terasa bosan. Ditambah dengan ungkapan-ungkapan dalam dialog dengan kata-kata kiasan yang cukup berat.

Atau dapat dikatakan film ini dikemas dengan sangat idealis tanpa mempertimbangkan unsur komersil, berupa hiburan bagi penontonnya. Tetapi biar bagaiamanapun, film ini merupakan sebuah wakil dari gambaran kehidupan yang terjadi di masyarakat Indonesia. Masih penasaran, langsung saja tonton filmnya dibioskop.

Untuk meramaikan pelantikan Presiden SBY-Boediono, kami akan menayangkan acara ini tepat di hari pelantikannya, yakni hari Selasa, 20 Oktober 2009, jam 8.00 malam. Pastinya, hanya di TV kesayangan Anda.

Pemain: Atiqah Hasiholan, Christine Hakim, Eva Celia, Dwi Sasono, Fauzi Baadilah, Surya Saputra

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar